Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kamis, 02 Mei 2013

Mendesain Home Theatre dan Ruang Musik dengan Peredam




Ruang home theatre, ruang karaoke, ruang rapat dan yang lain adalah contoh dariruang kedap suara. selain ditempat-tempat yang memang membutuhkan desainruang kedap suara, seperti tempat karaoke, studio musik, ruang rapat khusus dan lain-lain, ruang kedap suara biasanya terdapat di rumah-rumah mewah, bahkan perkembangan yang terbaru rumah dengan kelas menengahpun sudah disertai dengan ruang kedap suara.
Ruang kedap suara adalah ruang dengan desain khusus bisa meredam suara yang ada didalam ruangan yang diakibatkan karena aktifitas dari ruangan tersebut. Misalnya ruang karaoke, studio musik, home theater dan lain-lain. Didalam ruang-ruang tersebut aktifitas-aktifitas yang dilakukan biasanya menimbulkan suara yang keras sehingga jika ruang-ruang ini tidak direncanakan dengan baik maka akan mengganggu ruang-ruang dan aktifitas yang ada disebelahnya.
Mendesain ruang kedap suara ini memerlukan bahan-bahan atau material-material tertentu untuk meredam suara. material-material ini biasanya bersifat lunak sehingga tidak mudah memantulkan suara. Merencanakan ruangan kedap suara ini, sebaiknya sesuai dengan keperluan pemilik bangunan ataupun rumah terkait untuk apakah ruang kedap suara tersebut.
Bahan-bahan yang digunakan untuk men”desain” ruangan kedap suara ini biasanya adalah :
  • Karpet
  • Gypsum
  • Parquet
  • Kain
  • Glasswool
  • Panel kedap suara
Bahan-bahan ini bisa diaplikasikan menjadi pelapis dinding, plafong, pintu dan lantai ruangan kedap suara.
Gaya desain dari ruangan kedap suara ini bisa diseuaikan dengan keinginan sang pemilik dan peruntukan ruangan tersebut. Tetapi yang paling diutamakan dari desain ruangan kedap suara ini adalah faktor kenyamanan ruangan tersebut.
Identifikasi ruangan kedap suara berfungsi optimal jika ruangan tersebut tidak mengganggu orang yang ada di luar ruangan. Oleh karena itu, perencanaan yang baik harus dilakukan pada segala sisi ruangan baik lantai, dinding, plafond dan pintu.
Demikian, sedikit ulasan tentang ruangan kedap suara. Selamat mencoba.

Rabu, 01 Mei 2013

Keindahan Rumah Joglo


Konstruksi rangka bangunan joglo rumah


Berdasarkan bentuk keseluruhan tampilan dan bentuk kerangka, bangunan joglo dapat dibedakan menjadi 4 bagian :
  • Muda (Nom) : Joglo yang bentuk tampilannya cenderung memanjang dan meninggi (melar).
  • Tua (Tuwa) : Joglo yang bentuk tampilannya cenderung pendek (tidak memanjang) dan atapnya tidak tegak / cenderung rebah (nadhah).
  • Laki-laki (lanangan) : Joglo yang terlihat kokoh karena rangkanya relatif tebal.
  • Perempuan (wadon / padaringan kebak) : Joglo yang rangkanya relatif tipis / pipih.
Di bagian tengah pendapa terdapat empat tiang utama yang dinamakan sakaguru. Ukurannya harus lebih tinggi dan lebih besar dari tiang-tiang / saka-saka yang lain. Di kedua ujung tiang-tiang ini terdapat ornamen / ukiran.
Bagian atas sakaguru saling dihubungkan oleh penyambung / penghubung yang dinamakan tumpang dan sunduk. Posisi tumpang di atas sunduk.
Dalam bahasa Jawa, kata “sunduk” itu sendiri berarti “penusuk”.
Di bagian paling atas tiang sakaguru inilah biasanya terdapat beberapa lapisan balok kayu yang membentuk lingkaran-lingkaran bertingkat yang melebar ke arah luar dan dalam. Pelebaran ke bagian luar ini dinamakan elar. Elar dalam bahasa Jawa berarti ‘sayap,. Sedangkan pelebaran ke bagian dalam disebut ‘tumpang-sari’. Elar ini menopang bidang atap, sementara Tumpang-sari menopang bidang langit langit joglo (pamidhangan).
Untuk lebih lengkapnya, detail dari rangka joglo adalah sebagai berikut : 
 sumber : Ismunandar, 2001 ( telah diolah )


  1. Molo (mulo / sirah / suwunan), balok yang letaknya paling atas, yang dianggap sebagai “kepala” bangunan.
  2. Ander (saka-gini), Balok yang terletak di atas pengeret yang berfungsi sebagai penopang molo.
  3. Geganja, konstruksi penguat / stabilisator ander.
  4. Pengeret (pengerat), Balok penghubung dan stabilisator ujung-ujung tiang; kerangka rumah bagian atas yang terletak melintang menurut lebarnya rumah dan ditautkan dengan blandar.
  5. Santen, Penyangga pengeret yang terletak di antara pengeret dan kili.
  6. Sunduk, Stabilisator konstruksi tiang untuk menahan goncangan / goyangan.
  7. Kili (Sunduk Kili), Balok pengunci cathokan sunduk dan tiang.
  8. Pamidhangan (Midhangan), Rongga yang terbentuk dari rangkaian balok / tumpang-sari pada brunjung.
  9. Dhadha Peksi (dhadha-manuk), Balok pengerat yang melintang di tengah tengah pamidhangan.
  10. Penitih / panitih.
  11. Penangkur.
  12. Emprit-Ganthil, Penahan / pengunci purus tiang yang berbentuk tonjolan; dudur yang terhimpit.
  13. Kecer, Balok yang menyangga molo serta sekaligus menopang atap.
  14. Dudur, Balok yang menghubungkan sudut pertemuan penanggap, penitih dan penangkur dengan molo.
  15. Elar (sayap), Bagian perluasan keluar bagian atas sakaguru yang menopang atap.
  16. Songgo-uwang, Konstruksi penyiku / penyangga yang sifatnya dekoratif




Selasa, 30 April 2013

Pembentukan Ruang dari Unsur Vertikal







PEMBENTUKAN RUANG DARI UNSUR VERTIKAL 
1. Pembentukan Ruang dari Unsur Vertikal
Ruang vertikal adalah suatu ruang yang terdiri dari bidang – bidang horizontal yang mana pada setiap bidang tersebut diberi ketinggian secara vertical ( ke arah atas ) hingga membentuk suatu 3 dimensi.
Fungsi dari bentuk-bentuk vertikal adalah memisahkan satu ruang dengan ruang lainnya.
Contoh yang paling mudah adalah dinding dari ruangan yang merupakan bentuk vertikal.
Elemen-elemen vertikal juga memainkan peranan penting di dalam konstruksi bentuk dan ruang arsitektural, seperti sebagai penopang struktural bidang lantai dan atap.
Elemen-elemen vertikal yang mendefinisikan ruang diantaranya :

a. unsur vertikal linier
Unsur-unsur vertikal linier, seperti kolom, tugu dan menara, telah dipergunakan sepanjang sejarah untuk memperingati peristiwa-peristiwa penting dan menciptakan titik-titik tertentu di dalam ruang. Unsur-unsur linier vertikal juga dapat membentuk volume transparan ruang. Beberapa contoh dari unsur vertikal linier adalah kolom, pilar batu, atau menara.




b. satu bidang vertikal
Satu bidang vertikal bisa juga dikatakan dengan bidang dinding karena bidang dinding adalah salah satu bidang yang memiliki orientasi vertikal dan bidang dinding yang memiliki orientasi vertikal sangat menentukan dalam pembentukan dan membatasi ruang arsitektural.
Sebuah bidang vertikal dapat memiliki dua bagian depan atau sebuah sisi depan dan sebuah sisi belakang. Sebuah bidang vertikal dapat tampak prinsip sebuah bangunan yang menghadap ruang publik, menciptakan sebuah gerbang masuk bagi orang, serta mengartikulasikan zona-zona spasial didalam sebuah volume yang lebih besar.
Satu bidang yang berdiri vertikal, dapat membentuk sebuah ruang.


c. bidang berbentk L
Yaitu suatu bidang horizontal maupun vertikal yang berbentuk seperti huruf “ L” dan mempunyai 1 sudut siku ( 90º) atau rangkaian dari 2 bidang datar yang dapat dibentuk menjadi huruf “ L”.
Bidang berbentuk L merupakan perluasan dari garis yang memiliki panjang dan lebar yang membentuk huruf L. Bidang berbentuk L dapat membentuk ruang ditengahnya jika ditarik garis transparan yang menghubungkan kedua sisi dari bentuk L tersebut. contoh yang yang biasa kita lihat yaitu pada bentuk dapur yang berbentuk L,yang membentuk ruang ditengahnya.



. bidang-bidang sejajar
Bidang-bidang sejajar merupakan kumpulan bidang yang memiliki arah yang sama dan saling berhadapan. Akan membentuk ruang jika ditarik garis transparan tiap ujung bidang yang berhadapan dan dihubungkan.







e. bidang berbentuk U
Yaitu suatu bidang horizontal maupun vertikal yang berbentuk seperti huruf “ U”. Dapat membentuk ruang ditengahnya jika ditarik garis dari tiap ujung bidang.




f. empat bidang tertutup
Empat buah bidang dengan bentuk yang sama dan saling menyatu dan membentuk sebuah ruang.
Empat buah bidang yang berfungsi sebagai pembatas suatu bidang datar di bawah ( tanah ) dan atas ( atap ) pada setiap sisi – sisinya hingga membentuk suatu ruang.



2. Hubungan Ruang
Dalam setiap bangunan terdapat banyak ruang yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan keperluannya. Dalam pembagian ruang-ruang tersebut harus diperhatikan aktifias yangbdilakukan dalam masing-masing ruang tersebut. Hubungan ruang ialah hubungan interaksi fungsi suatu ruang dengan ruangan lainnya sesuai dengan kegiatan yang dilakukan yang saling berkaitan.

a. ruang dalam ruang
Ruang dalam ruang ialah dalam suatu ruang terdapat ruang lainnya yang biasanya dibatasi dengan sekat ( triplek, multiplek, gypsum, dll ) dan mempunyai perbedaan fungsi dengan ruang intinya.







b. ruang saling berkaitan
ruang yang yang saling berkaitan dengan satu dinding, tanpa berdiri sendiri, karena ruang tersebut saling berkaitan.


c. ruang bersebelahan
Dua buah ruang bisa saling bersentuhan satu sama lain ataupun membagi garis batas bersama. Yaitu dua ruang yang berdekatan, bersampingan yang dipisahkan atau dibatasi sesuai dengan karakter bidang yang memisahkan.



d. ruang yang di hubungkan dengan ruang bersama
Yang dimaksud dengan ruang yang dihubungkan dengan ruang bersama ialah ruang – ruang yang bersifat semiprivate ataupun private dihubungan dengan ruang public sebagai jalur akses utama ke semua ruang – ruang tersebut.








Senin, 29 April 2013

Elemen Pembentuk Ruang



Elemen pembentuk ruang terdiri dari elemen horizontal dan elemen vertikal. Elemen horizontal bawah merupakan elemen yang mutlak harus ada, sementara elemen lain tidak harus ada. 

Variasi-variasi pada elemen pembentuk ruang:           

1. Elemen horizontal bawah   
elemen horizontal bawah dapat membentuk suatu ruang dengan adanya perbedaan warna/material/tekstur/pola lantai dan sebagainya. Sebagai contoh, sebuah tikar yang tergelar sudah dapat membentuk ruang karena warna dan material serta teksturnya yang berbeda dengan sekitarnya.
Selain itu elemen horizontal bawah juga dapat divariasikan dengan dinaikkan atau ditenggelamkan. Semakin banyak beda ketinggian elemen horizontal bawah dengan sekitarnya, 'rasa' keterpisahan ruangnya semakin kuat.    

2. Elemen horizontal atas        
Elemen horizontal atas dapat berupa langit-langit, atap atau apapun yang membatasi ruang di bagian atas. Sama dengan elemen horizontal bawah, elemen ini dapat divariasikan dengan warna, tekstur, material, pola-pola dan sebagainya. elemen ini juga dapat divariasikan ketinggiannya. selain itu, kita juga dapat memvariasikan dengan permainan solid-void, opak-transparan (hal ini susah diterapkan pada elemen horizontal bawah karena nanti bisa membuat orang jatuh 'kejeglong'). Variasi yang didapatkan tak terhingga banyaknya. Bahkan dedaunan sebuah pohon pun sudah dapat menjadi elemen horizontal atas (dan bayangannya menjadi elemen horizontal bawah).

3. Elemen vertikal       
Kita sering menganggap elemen vertikal selalu sebagai dinding. Padahal sebuah elemen vertikal memiliki variasi yang banyak sekali. Bisa berwujud dinding, dengan berbagai variasi ketinggian, atau kolom-kolom dengan berbagai variasi ketinggian juga, bisa juga dengan gantungan pot-pot bunga, atau kerai bambu, rangka kayu dan sebagainya. Bisa juga kita membuat air terjun sebagai elemen vertikal kita. Variasinya bermacam-macam. Jika kita pergi ke los daging di pasar, kita bahkan bisa melihat bagaimana daging-daging yang bergelantungan menjadi pembentuk ruang yang memisahkan area pembeli dan penjual.          

Ketiga elemen ini secara bersama membentuk suatu ruang, dengan kualitas ruang tertentu. Setiap pilihan mempunyai konsekuensi tersendiri terhadap kualitas ruang yang terbentuk. Sebagai contoh, jika kita memilih membentuk ruang dengan hanya menggunakan elemen horizontal yang divariasikan dengan warna tetapi ketinggiannya sama dengan sekitarnya, maka akan terbentuk rasa ruang yang terbuka, karena kita masih bisa melakukan kontak secara fisik dan visual dengan segala yang ada di luar ruang tersebut. Hal ini berbeda sekali jika kita membentuk ruang dengan menggunakan elemen horizontal atas dan bawah serta elemen vertikal berupa dinding-dinding yang masif. rasa ruang yang didapatkan adalah rasa tertutup. 
Kita sebagai mahasiswa  arsitektur sebaiknya dapat bermain-main dengan elemen-elemen ini untuk mendapatkan kualitas ruang yang kita harapkan. 

TERBENTUKNYA RUANG DARI UNSUR – UNSUR HORISONTAL DAN VERTIKAL

A. TERBENTUKNYA RUANG DARI UNSUR HORISONTAL        

1. Bidang Dasar          
Ruang kadang diartikan sebagai sesuatu yang tertutup atau mampunyai batas yang jelas seperti lantai, dinding, plafon dan lain sebagainya yang dapat melindungi dan menutup berbagai kegiatan yang terjadi di dalamnya. Di lain sisi, ruang ternyata tidak lagi dipersepsikan sebagai sesuatu yang tertutup. Salah satu contoh yang sedng dibahas saat ini adalah ruang yang terbentuk dari bidang dasar. Bagian ini mau menegaskan bahwa suatu daerah/ lokasi yang walaupun berdekatan dan berada pada sebuah bidang yang sama, namun sedikit saja perbedaan yang terdapat di dalamnya, maka di situlah ruang baru terbentuk. Contoh kumpulan warna yang terdapat pada pola – pola lantai atau keramik.          
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPxxijJb7qY6TdUJ930ejPE8wI3t3U6Os1Yh6UiyD9XfLADzSYKopUBtSUcTtInkFa6gJ5wsNe2n1PxuFf4wHvH6Xv0oKfrWV75LJCQB9BPwRKJFL7ywjdgUpVLtMMBX9AOU9uE13ieq0/s320/checkered_floor-1_resize.jpg
2. Bidang Dasar yang Diangkat           
Ciri – ciri ruang yang terbentuk dari sebuah bidang dasar yang diangkat merupakan bentuk ruang yang sering sekali kita lihat dan kita jumpai di sekitar kita. Cirri dan bentuk ruang ini seringkali dibuat agar batas antara ruang terbuka yang satu dengan yang lain dapat dirasakan. Contoh perbedaan ketinggian pada permukaan lantai teras dan halaman rumah.           
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSt9ISGBytCNpKthTeMnrHwgoMj4b8EgK2hLWvQ4Uky2nWfhSc0g8HHN-GkPHTreHMkrQ5D7Aff4XA_xIiJi_iyXeWAIv5gKDbnl630M_4zy2OuP2ODB3wS0WDxqRW7Lcd8XJFhNyW7F4/s320/images.jpg
3. Bidang Dasar yang Diturunkan       
Sama seperti ruang yang terbentuk dari sebuah bidang dasar yang diangkat, ruang yang terbentuk dari bidang dasar yang diturunkan juga bertujuan untuk menciptakan sebuah batasan antara ruang dengan ruang. Contoh perbedaan ketinggian pada permukaan lantai teras dan halaman rumah, lantai kamar mandi dengan lantai dapur dll.     
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh-RqRgCta_Cw0US58n67ZrfkJ7bCvFwchCodFOzFO3-gP_U5ARq2dxOZckX6yicRZP7dCwC97I4LtjgeH1dWwTys2KKntH7-GZ_jYDLkdFpjhQ9jCqPOtf6FHsW_VlIhSC3Tihz-ingE/s320/pic_kolam_renangevgbsm_resize.jpg
4. Bidang yang Melayang       
Pada bagian ini, ruang yang terbentuk oleh bidang – bidang yang melayang merupakan sebuah betuk dan cirri ruang yang sering digunakan untuk membatasi bagian paling atas antara ruang dengan alam. Contoh plafon, atap 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9Htp98dziE7LCmeMyZlp9fTsqYF4KhoDh8UX8F92Y5YeQKqpsxgKaXwTLeQRkCYvX1nJ6RlNCLkvRqCCQx5KrTdab2mmN5P6fyVwG_UdjSC4s3r1SkfLkcJFVLyo7qxr7XRkp55DzCEw/s320/image327.jpg


B. TERBENTUKNYA RUANG DARI UNSUR – UNSUR VERTIKAL         

1. Unsur Vertikal Linier          
Unsur-unsur linear merupakan suatu bidang yang terbentuk untuk memenuhi fungsi dari suatu ruangan agar fungsi dari ruangan atau bangunan tersebut lebih optimal. Unsur vertikal linier dapat membentuk sisi vertikal dari suatu volume ruang. Elemen vertikal linier, berdiri tegak sehingga menghasilkan sebuah titik di atas bidang dasar. Hal tersebut membuatnya terlihat seperti di dalam ruang. Beberapa contoh dari unsur vertikal linier adalah kolom, pilar batu, atau menara.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2gJLQr1LELLRAX7t-5gUY9FE239hCeP1uBu4IHH5jItvv7AlF87J2oBIMm3LuIw1UX5oyT8ztehqi587_F7jOfknYwIAhmxctOX4998W23Ra1OT7GNIfau-W_Oo6868QRwxdIJ3TpsOg/s320/parthenon_resize.jpg
2. Suatu Bidang Vertikal         
Satu bidang vertika akan menegaskan ruang yang ada di hadapannya. Sebuah bidang vertikal tunggal, berdiri sendiri di dalam ruang, memiliki kualitas-kualitas visual yang secara unik berbeda dibandingkan dengan sebuah kolom yang berdiri sendiri. Ciri-ciri pendukung lain yang dimiliki sebuah bidang yaitu warna permukaannya, pola dan tekstur mempengaruhi bobot dan stabilitas secara visualnya. Dalam komposisi suatu konstruksi visual, suatu bidang berfungsi untuk membentuk batas-batas sebuah volume.           
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsRbFGfD2CtLOQql6RtC80X88xb17whl4L9Ly3nRn8kMsPNELdUrRwQQrjoVkGBftsqQeoxrTq2UOshf0To_mLcupWljGhOwDZkN-T2OKUbUlaJ448NqQ74RICy0f_AlcOyPtkYFDRCEA/s320/wall199c_resize.jpg
3. Suatu Bidang yang Berbentuk “ L “
Suatu bidang berbentuk L menimbulkan suatu ruang yang timbul dari sudut yang keluar mengikuti arah diagonal. Selain itu ruang - ruang yang terbentuk oleh bidang yang berbentuk L, biasanya dapat menimbulkan dua persepsi menurut posisi orang saat memandang. Yang pertama dengan posisi orang yang memandang dari luar ke dalam maka suasana yang dapat dirasakan oleh si pemandang adalah suasana yang menjepit atau mencekam karna ruang yang terbentuk pada bagian sudut dari suatu ruang semakin kecil. Berbeda dengan orang yang memandang dari dalam/ sudut ruangan, suasana yang akan dirasakan oleh si pemandang ini adalah suasana lega, nyaman, bebas dan lain sebagainya karena ruang yang terbentuk semakin luas.    
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiz7Rwx5PAOiIyGRcP-UdJ5IMaQ0v-VmSe5q26WHcokfeREAKozDU_1D-Zl9ogRoDXyAs1D_BdbzPdqczeKbjfd-8reREr-L81OqVvYnpqHu5fJTelHWQYffWufBVrB6nWNv9UNy1tZfDk/s320/04_Ruang_Tamu_img2_resize.JPG
4. Bidang – Bidang Sejajar      
Bidang – bidang sejajar sebagai salah satu unsure dalam pembentukan ruang merupakan bagian yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan dan penentuan ujung – ujung volume dari sebuah ruang yang tidak terbatas. Contoh gang, lorong   
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVOZqPCCNrk8nWrCKPo0-Ig7u3sdPzK5BfqAtyzAcXnne4st6lVoG_UiN_ZwGgHdY6koON_XiiKrJQ14C2E6dA5L5_OnyanBXwo8nkAZ3I48Bq8E8V5mPj-I8LPvvQ_1HHfBT5ySUKuJI/s320/lorong-kecil_resize.jpg
5. Bidang Berbentuk “U”        
Sebuah konfigurasi bidang vertikal berbentuk U mendefinisikan suatu area ruang yang memiliki fokus ke dalam maupun orientasi ke luar.       
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGWuH3lyXAJKV0rGGr0gvT1stLprGHgyo2dvtYkvJfYXUJuz6IkJ3P-r_PWcw2aBD8qJA_UMDr4PKb_MFJpX7kRSXmlLkZW5k7CrlJDiw8V6ZR_A_qHudt_oWj0EEDPW2nD2sEhu_e144/s320/dsc_0783_resize.jpg

6. Empat Bidang Menutup      
Empat bidang vertikal menutup suatu ruang serta mempengaruhi area ruang di sekeliling penutupnya. Oleh karena areanya benar-benar tertutup, maka secara alamiah ruang didalamnyapun menjadi tertutup. Untuk mendapatkan dominasi visual di dalam sebuah ruang atau menjadi wadah utamanya, salah satu dari bidang penutupnya dapat dibedakan dari bidang lainnya melalui ukuran, bentuk, dsb. Contoh dari bidang-bidang penutup yaitu,        

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLIOZpn3NMAQDZCjlTDzwo0e76lmXbIyvFaJCyBUkMFvQJCV1sbz1wBtMPR2_sb_en_ZHkYIDnF668IACqGiXNa96BCYVyblyK3IgTmK158KxP6bvMwMVLRi1Rb3jUvWVrSMBL6tvCEJk/s320/dinding_r_tamu_2(1)_resize.jpg