Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, 29 April 2013

Elemen Pembentuk Ruang



Elemen pembentuk ruang terdiri dari elemen horizontal dan elemen vertikal. Elemen horizontal bawah merupakan elemen yang mutlak harus ada, sementara elemen lain tidak harus ada. 

Variasi-variasi pada elemen pembentuk ruang:           

1. Elemen horizontal bawah   
elemen horizontal bawah dapat membentuk suatu ruang dengan adanya perbedaan warna/material/tekstur/pola lantai dan sebagainya. Sebagai contoh, sebuah tikar yang tergelar sudah dapat membentuk ruang karena warna dan material serta teksturnya yang berbeda dengan sekitarnya.
Selain itu elemen horizontal bawah juga dapat divariasikan dengan dinaikkan atau ditenggelamkan. Semakin banyak beda ketinggian elemen horizontal bawah dengan sekitarnya, 'rasa' keterpisahan ruangnya semakin kuat.    

2. Elemen horizontal atas        
Elemen horizontal atas dapat berupa langit-langit, atap atau apapun yang membatasi ruang di bagian atas. Sama dengan elemen horizontal bawah, elemen ini dapat divariasikan dengan warna, tekstur, material, pola-pola dan sebagainya. elemen ini juga dapat divariasikan ketinggiannya. selain itu, kita juga dapat memvariasikan dengan permainan solid-void, opak-transparan (hal ini susah diterapkan pada elemen horizontal bawah karena nanti bisa membuat orang jatuh 'kejeglong'). Variasi yang didapatkan tak terhingga banyaknya. Bahkan dedaunan sebuah pohon pun sudah dapat menjadi elemen horizontal atas (dan bayangannya menjadi elemen horizontal bawah).

3. Elemen vertikal       
Kita sering menganggap elemen vertikal selalu sebagai dinding. Padahal sebuah elemen vertikal memiliki variasi yang banyak sekali. Bisa berwujud dinding, dengan berbagai variasi ketinggian, atau kolom-kolom dengan berbagai variasi ketinggian juga, bisa juga dengan gantungan pot-pot bunga, atau kerai bambu, rangka kayu dan sebagainya. Bisa juga kita membuat air terjun sebagai elemen vertikal kita. Variasinya bermacam-macam. Jika kita pergi ke los daging di pasar, kita bahkan bisa melihat bagaimana daging-daging yang bergelantungan menjadi pembentuk ruang yang memisahkan area pembeli dan penjual.          

Ketiga elemen ini secara bersama membentuk suatu ruang, dengan kualitas ruang tertentu. Setiap pilihan mempunyai konsekuensi tersendiri terhadap kualitas ruang yang terbentuk. Sebagai contoh, jika kita memilih membentuk ruang dengan hanya menggunakan elemen horizontal yang divariasikan dengan warna tetapi ketinggiannya sama dengan sekitarnya, maka akan terbentuk rasa ruang yang terbuka, karena kita masih bisa melakukan kontak secara fisik dan visual dengan segala yang ada di luar ruang tersebut. Hal ini berbeda sekali jika kita membentuk ruang dengan menggunakan elemen horizontal atas dan bawah serta elemen vertikal berupa dinding-dinding yang masif. rasa ruang yang didapatkan adalah rasa tertutup. 
Kita sebagai mahasiswa  arsitektur sebaiknya dapat bermain-main dengan elemen-elemen ini untuk mendapatkan kualitas ruang yang kita harapkan. 

TERBENTUKNYA RUANG DARI UNSUR – UNSUR HORISONTAL DAN VERTIKAL

A. TERBENTUKNYA RUANG DARI UNSUR HORISONTAL        

1. Bidang Dasar          
Ruang kadang diartikan sebagai sesuatu yang tertutup atau mampunyai batas yang jelas seperti lantai, dinding, plafon dan lain sebagainya yang dapat melindungi dan menutup berbagai kegiatan yang terjadi di dalamnya. Di lain sisi, ruang ternyata tidak lagi dipersepsikan sebagai sesuatu yang tertutup. Salah satu contoh yang sedng dibahas saat ini adalah ruang yang terbentuk dari bidang dasar. Bagian ini mau menegaskan bahwa suatu daerah/ lokasi yang walaupun berdekatan dan berada pada sebuah bidang yang sama, namun sedikit saja perbedaan yang terdapat di dalamnya, maka di situlah ruang baru terbentuk. Contoh kumpulan warna yang terdapat pada pola – pola lantai atau keramik.          
http://2.bp.blogspot.com/_P5cKY0C0Pu0/S8wFOpVhXdI/AAAAAAAAAFc/lNs7id1hV5Q/s320/checkered_floor-1_resize.jpg
2. Bidang Dasar yang Diangkat           
Ciri – ciri ruang yang terbentuk dari sebuah bidang dasar yang diangkat merupakan bentuk ruang yang sering sekali kita lihat dan kita jumpai di sekitar kita. Cirri dan bentuk ruang ini seringkali dibuat agar batas antara ruang terbuka yang satu dengan yang lain dapat dirasakan. Contoh perbedaan ketinggian pada permukaan lantai teras dan halaman rumah.           
http://3.bp.blogspot.com/_P5cKY0C0Pu0/S8wFO1Z9AzI/AAAAAAAAAFk/OnLrOVIjqH8/s320/images.jpg
3. Bidang Dasar yang Diturunkan       
Sama seperti ruang yang terbentuk dari sebuah bidang dasar yang diangkat, ruang yang terbentuk dari bidang dasar yang diturunkan juga bertujuan untuk menciptakan sebuah batasan antara ruang dengan ruang. Contoh perbedaan ketinggian pada permukaan lantai teras dan halaman rumah, lantai kamar mandi dengan lantai dapur dll.     
http://1.bp.blogspot.com/_P5cKY0C0Pu0/S8wFPabdfPI/AAAAAAAAAFs/D24h0QdXwEE/s320/pic_kolam_renangevgbsm_resize.jpg
4. Bidang yang Melayang       
Pada bagian ini, ruang yang terbentuk oleh bidang – bidang yang melayang merupakan sebuah betuk dan cirri ruang yang sering digunakan untuk membatasi bagian paling atas antara ruang dengan alam. Contoh plafon, atap 
http://3.bp.blogspot.com/_P5cKY0C0Pu0/S8wFQbJrSEI/AAAAAAAAAF8/1QVRNPDbpYo/s320/image327.jpg


B. TERBENTUKNYA RUANG DARI UNSUR – UNSUR VERTIKAL         

1. Unsur Vertikal Linier          
Unsur-unsur linear merupakan suatu bidang yang terbentuk untuk memenuhi fungsi dari suatu ruangan agar fungsi dari ruangan atau bangunan tersebut lebih optimal. Unsur vertikal linier dapat membentuk sisi vertikal dari suatu volume ruang. Elemen vertikal linier, berdiri tegak sehingga menghasilkan sebuah titik di atas bidang dasar. Hal tersebut membuatnya terlihat seperti di dalam ruang. Beberapa contoh dari unsur vertikal linier adalah kolom, pilar batu, atau menara.
http://3.bp.blogspot.com/_P5cKY0C0Pu0/S8wEP9nduoI/AAAAAAAAAFU/OiblFTTLM5g/s320/parthenon_resize.jpg
2. Suatu Bidang Vertikal         
Satu bidang vertika akan menegaskan ruang yang ada di hadapannya. Sebuah bidang vertikal tunggal, berdiri sendiri di dalam ruang, memiliki kualitas-kualitas visual yang secara unik berbeda dibandingkan dengan sebuah kolom yang berdiri sendiri. Ciri-ciri pendukung lain yang dimiliki sebuah bidang yaitu warna permukaannya, pola dan tekstur mempengaruhi bobot dan stabilitas secara visualnya. Dalam komposisi suatu konstruksi visual, suatu bidang berfungsi untuk membentuk batas-batas sebuah volume.           
http://1.bp.blogspot.com/_P5cKY0C0Pu0/S8wEPePJsaI/AAAAAAAAAFM/ULiYrKDRCTo/s320/wall199c_resize.jpg
3. Suatu Bidang yang Berbentuk “ L “
Suatu bidang berbentuk L menimbulkan suatu ruang yang timbul dari sudut yang keluar mengikuti arah diagonal. Selain itu ruang - ruang yang terbentuk oleh bidang yang berbentuk L, biasanya dapat menimbulkan dua persepsi menurut posisi orang saat memandang. Yang pertama dengan posisi orang yang memandang dari luar ke dalam maka suasana yang dapat dirasakan oleh si pemandang adalah suasana yang menjepit atau mencekam karna ruang yang terbentuk pada bagian sudut dari suatu ruang semakin kecil. Berbeda dengan orang yang memandang dari dalam/ sudut ruangan, suasana yang akan dirasakan oleh si pemandang ini adalah suasana lega, nyaman, bebas dan lain sebagainya karena ruang yang terbentuk semakin luas.    
http://2.bp.blogspot.com/_P5cKY0C0Pu0/S8wDetPllGI/AAAAAAAAAFE/yD9ViKxMttU/s320/04_Ruang_Tamu_img2_resize.JPG
4. Bidang – Bidang Sejajar      
Bidang – bidang sejajar sebagai salah satu unsure dalam pembentukan ruang merupakan bagian yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan dan penentuan ujung – ujung volume dari sebuah ruang yang tidak terbatas. Contoh gang, lorong   
http://1.bp.blogspot.com/_P5cKY0C0Pu0/S8wC5KTOz4I/AAAAAAAAAE8/D28XtiPBOq8/s320/lorong-kecil_resize.jpg
5. Bidang Berbentuk “U”        
Sebuah konfigurasi bidang vertikal berbentuk U mendefinisikan suatu area ruang yang memiliki fokus ke dalam maupun orientasi ke luar.       
http://4.bp.blogspot.com/_P5cKY0C0Pu0/S8wCJ44O4QI/AAAAAAAAAE0/eTh4VlbW_6E/s320/dsc_0783_resize.jpg

6. Empat Bidang Menutup      
Empat bidang vertikal menutup suatu ruang serta mempengaruhi area ruang di sekeliling penutupnya. Oleh karena areanya benar-benar tertutup, maka secara alamiah ruang didalamnyapun menjadi tertutup. Untuk mendapatkan dominasi visual di dalam sebuah ruang atau menjadi wadah utamanya, salah satu dari bidang penutupnya dapat dibedakan dari bidang lainnya melalui ukuran, bentuk, dsb. Contoh dari bidang-bidang penutup yaitu,        

http://4.bp.blogspot.com/_P5cKY0C0Pu0/S8wBnNxhkQI/AAAAAAAAAEs/89i6vFp8XGs/s320/dinding_r_tamu_2%281%29_resize.jpg

0 komentar:

Poskan Komentar